HASIL UJI SERTIFIKASI SKKNI PENYULUH KEHUTANAN

HASIL PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI SERTIFIKASI PENYULUH KEHUTANAN

TAHUN 2011

 

 

 

 

 

 

Oleh : Firmansyah, S.Hut

Penyuluh Kehutanan Ahli

Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan

                                   BP2SDMK

K

egiatan penyuluhan kehutanan pada dasarnya adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada masyarakat agar mereka tahu, mau dan mampu memanfaatkan seluruh potensi yang dimilikinya secara optimal dalam mengelola sumberdaya hutan untuk meningkatkan kesejahteraannya dan keluarganya, dengan senantiasa memperhatikan segala aspek kelestariannya. Melalui kegiatan penyuluhan kehutanan sangat diharapkan peran aktif dari masyarakat dalam pembangunan kehutanan dapat terus ditingkatkan, karena peran aktif dari masyarakat akan sangat mempengaruhi keberhasilan pembangunan kehutanan dalam mewujudkan visi kita, yaitu “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera”.

Berdasarkan hal tersebut, tidak dapat dibantah lagi bahwa penyuluh kehutanan memiliki fungsi yang sangat strategis dan merupakan ujung tombak dalam pembangunan kehutanan. Untuk itu diperlukan penyuluh-penyuluh kehutanan yang profesional dan berkompeten di bidangnya. Berkaitan dengan tersebut, guna meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para penyuluh kehutanan, maka Kementerian Kehutanan melalui cq. Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan BP2SDMK pada akhir tahun 2011 kemarin telah melaksanakan sertifikasi penyuluh kehutanan.

Hal ini sejalan dengan amanat UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yaitu pasal 21 ayat 1  bahwa Pemerintah (Pusat) dan Pemerintah Daerah meningkatkan kompetensi penyuluh PNS melalui pendidikan dan pelatihan. Selanjutnya pada ayat 3 disebutkan bahwa peningkatan kompetensi penyuluh berpedoman pada standar, akreditasi, serta pola pendidikan dan pelatihan penyuluh yang diatur dengan peraturan menteri. Kemudian dalam penjelasan pasal 22 ayat 1 disebutkan bahwa “Penyuluh PNS memperoleh kesetaraan persyaratan jenjang jabatan, tunjangan jabatan fungsional, tunjangan profesi dan usia pensiun”.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, dapat dikatakan bahwa Penyuluh Kehutanan PNS disamping sebagai jabatan fungsional juga merupakan suatu bidang “Profesi” sehingga sertifikasi profesi penyuluh kehutanan PNS menjadi hal mutlak dalam upaya meningkatkan kompetensi penyuluh serta sebagai bentuk pengakuan secara formal terhadap kemampuan penyuluh kehutanan PNS tersebut.

RENCANA DAN TARGET PELAKSANAAN

Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan telah merencanakan bahwa penyuluh yang akan disertifikasi pada tahun 2011 hanya Penyuluh Kehutanan level fasilitator (terampil semua jenjang) saja. Hal ini dikarenakan belum rampungnya Materi Uji Kompetensi (MUK) untuk level Penyuluh Kehutanan Supervisor (tingkat ahli pertama dan muda) dan level Penyuluh Kehutanan Advisor (tingkat ahli madya). Direncanakan Materi Uji Kompetensi (MUK) untuk penyuluh level supervisor dan advisor akan disusun pada tahun 2012.

Sejalan dengan rencana tersebut, Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan telah melaksanakan uji kompetensi penyuluh kehutanan pada bulan November dan Desember 2011. Sebanyak 6 (enam) provinsi dari seluruh Indonesia telah ditetapkan untuk dilakukan uji kompetensi sertifikasi penyuluh kehutanan yaitu Provinsi Lampung sebanyak 20 orang, Jawa Barat sebanyak 40 orang, Banten sebanyak 20 orang, Jawa Tengah sebanyak 60 orang, D.I.Yogyakarta sebanyak 20 orang dan terakhir Jawa Timur sebanyak 40 orang penyuluh. Targetnya adalah sebanyak 200 orang penyuluh kehutanan PNS dapat tersertifikasi pada tahun 2011, sedangkan untuk tahun 2012 ditargetkan sebanyak 300 orang penyuluh dapat tersertifikasi.

Perihal Tempat Uji Kompetensi (TUK) sudah direncanakan di 4 (empat) tempat/ lokasi berbeda yaitu 1) Bakorluh Provinsi Lampung TUK penyuluh provinsi Lampung, 2) Bakorluh Provinsi Jawa Tengah untuk TUK Provinsi Jawa Tengah dan DIY, 3) Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur untuk TUK penyuluh dari Provinsi Jawa Timur, dan 4) BDK Kadipaten untuk TUK penyuluh dari Provinsi Jawa Barat dan Banten. Perlu diketahui, bahwa sertifikasi yang telah direncanakan tersebut dilakukan dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Penyuluhan Kehutanan yang telah ditetapkan dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP.137/MEN/V/2011. Tabel dibawah ini menyajikan secara lengkap rencana pelaksanaan sertifikasi penyuluh kehutanan level fasilitator tahun 2011.

No Provinsi Jadwal Uji Kompetensi Jumlah Peserta

Tempat Uji Kompetensi

1. Lampung 16 – 19 Nov 20 org

Bakorluh Prov. Lampung

2. Jawa Tengah 23 – 26 Nov 20 org

 Bakorluh Prov. Jawa Tengah

    26 – 28 Nov 20 org  
    28 Nov–1 Des 20 org  
3. DIY 23 – 26 Nov 20 org  
4. Jawa Timur 1 – 4 Des 20 org

Dinas Kehutanan Prov.Jawa Timur

    5 – 8 Des 20 org  
5. Jawa Barat 5 – 8 Des 20 org BDK Kadipaten
    8 – 11 Des 20 org  
6. Banten 5 – 8 Des 20 org  

 

PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI

Pelaksanaan uji kompetensi Penyuluh Kehutanan Fasilitator ini dibebankan pada DIPA Satker Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Tahun Anggaran 2011 dan dilaksanakan secara jujur, transparan, non-diskriminasi karena  dilakukan oleh lembaga independen resmi yang telah di akui kredibilitasnya yaitu Lembaga Sertifikasi Profesi Kehutanan Indonesia (LSP-HI) dan menggunakan standar kompetensi kerja yang telah ditetapkan.

Unit kompetensi yang diujikan adalah yang tercantum dalam SKKNI Bidang Penyuluhan Kehutanan mencakup 3 unit kompetensi umum, 8 unit kompetensi inti dan 1 unit kompetensi pilihan yang dipilih oleh asesi/peserta uji kompetensi dari total 14 unit kompetensi pilihan, sehingga materi uji yang diujikan seluruhnya berjumlah 12 unit kompetensi. Setiap asesor (penguji) menguji maksimal 5 orang peserta dalam satu 1 term uji kompetensi, sehingga masing-masing kelompok uji yang terdiri dari 20 orang didampingi oleh 4 orang asesor (penguji) ditambah 2 orang tenaga administrasi serta 1 orang supervisor dari Pusbangluh guna memastikan pelaksanaan uji kompetensi berjalan dengan lancar dan tertib. Dalam pelaksanaannya kemarin, ada 2 (dua) TUK yang terpaksa dibatalkan dan dipindahkan ke tempat lain yang layak dan memenuhi kriteria yaitu 1)  TUK Bakorluh Jawa Tengah diganti dengan TUK Balai Pelatihan Koperasi di Srondol, Jawa Tengah dikarenakan pada saat itu Bakorluh Jawa Tengah sedang dilakukan renovasi, 2) TUK Dinas Kehutanan Jawa Timur diganti dengan dengan TUK Wisma PGRI, Surabaya Jawa Timur.

Seiring dengan berjalannya waktu pelaksanaan uji kompetensi, terjadi penambahan jumlah asesi (peserta uji) yaitu sebanyak 20 orang yang terdiri dari 5 orang asesi dari Jawa Barat, 5 orang dari asesi dari Jawa Tengah, dan terakhir 5 orang asesi dari provinsi Lampung. Penambahan jumlah asesi tersebut disebabkan oleh beberapa hal, antara lain : 1) Ada asesi yang tidak memenuhi kualifikasi sebagai peserta uji kompetensi level fasilitator, 2) Ada asesi yang mengundurkan diri dengan berbagai sebab diantaranya yaitu karena jatuh sakit menjelang hari pelaksanaan uji kompetensi, masih dalam proses recovery dari sakitnya, diminta membantu menyelesaikan kegiatan struktural di Instansi pembinanya maupun karena ada anggota keluarganya yang sakit. Bahkan ada yang mengundurkan diri tanpa ada alasan yang jelas.

Proses uji kompetensi tersebut dilaksanakan selama 4 (empat) hari dengan rincian sebagai berikut :

  1. Hari Pertama (Pra Asesmen)

Pembukaan oleh Kepala TUK, dilanjutkan dengan pengarahan dari Pusbangluh serta penjelasan singkat dari perwakilan LSPHI. Setelah itu dilakukan pembagian peserta dalam kelompok uji yang tiap kelompoknya terdiri dari 5 orang asesi. Tahapan selanjutnya adalah Pra Uji Kompetensi yaitu verifikasi tujuan asesmen dengan memeriksa Aplikasi Permohonan (APL-1), Asesmen Mandiri (APL-02) dan memeriksa kesesuaian bukti-bukti pendukung termasuk portofolio sebagai persyaratan sertifikasi.

  1. Hari Kedua (Asesmen)

Yaitu pelaksanaan uji kompetensi melalui uji tulis dan uji lisan. Uji tulis dengan soal multiple choice, jawaban singkat dan jawaban uraian. Sedangkan uji lisan untuk menggali pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki asesi.

  1. Hari Ketiga (Asesmen dan Penyampaian Hasil)

Uji selanjutya adalah uji demonstrasi. Uji ini lebih dikhususkan untuk memperoleh bukti kompetensi asesi terhadap unit kompetensi khusus (pilihan). Hal ini untuk mengetahui pengetahuan, keterampilan dan sikap asesi terutama dalam kegiatan pendampingan baik ditinjau dari segi teknis maupun metode pendampingannya. Setelah itu, asesor kemudian menyampaikan secara langsung hasil rekomendasi atau penilaiannya kepada asesi apakah sudah kompeten atau belum kompeten. Kepada peserta juga disampaikan mekanisme banding asesmen serta umpan balik dan kaji ulang dari dan untuk asesor.

  1. Hari Keempat (Pemberkasan)

Memastikan bahwa dokumen sertifikasi telah lengkap.

 

REKAPITULASI HASIL UJI KOMPETENSI

Hasil uji kompetensi yang dilakukan selama ± 28 hari, mulai tanggal 16 November s/d 13 Desember 2011 diperoleh data dari 200 asesi (penyuluh kehutanan) yang tersertifikasi,  189 orang asesi dinyatakan kompeten sedangkan sisanya dinyatakan belum kompeten. Untuk rincian asesi yang direkomendasikan oleh asesor sudah kompeten atau lulus uji kompetensi yaitu 27 orang asesi dari Provinsi Lampung, 57 orang asesi dari Provinsi Jawa Tengah, 17 orang asesi dari DIY, 37 asesi dari Provinsi Jawa Timur, 40 orang asesi dari provinsi Jawa Barat serta 11 orang asesi dari provinsi Banten.

 

EVALUASI PELAKSANAAN DAN SARAN 

Hasil evaluasi pelaksanaan uji kompetensi penyuluh kehutanan level fasilitator diantaranya sebagai berikut :

  • Hampir semua asesi usianya  > 50 thn. Untuk kedepannya diharapkan agar asesi yang diajukan oleh daerah sebagian ada asesi yang masih muda agar tercipta regenerasi penyuluh yang kompeten.
  • Masih ada peserta uji yang belum memahami formulir APL-01 dan APL-02 sehingga kedepannya diperlukan sosialisasi dan asistensi yang lebih intensif.
  • Sebagian asesi  belum membaca secara lengkap isi dokumen SKKNI sesuai dengan tupoksinya sebagai fasilitator. Untuk itu asesi diharapkan telah membaca isi dokumen SKKNI sesuai dengan tupoksinya sebelum mengikuti uji sertifikasi.
  • Sebagian peserta uji datang dengan portofolio seadanya. Kedepannya diharapkan agar peserta uji (asesi) lebih mempersiapkan diri lebih baik lagi.
  • dll

PENUTUP

                Terlepas dari hitam dan putihnya kenyataan dilapangan, semangat sertifikasi tersebut harus direspon positif dan didukung oleh semua pihak sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas penyuluh kehutanan dimasa yang akan datang. Bravo Penyuluh Kehutanan!!!

 

About these ads

Tentang firmansyahbetawi

Penyuluh Kehutanan Ahli di Pusat Penyuluhan Kehutanan Kementerian Kehutanan Anak betawi Asli keturunan Arab
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s